SEARCH

BERBURU NASI JINGGO DI BALI.


Liburan kami ke Bali kali ini sudah pasti dipenuhi dengan rencana untuk wisata kuliner, khususnya makanan khas Bali. Salah satu makanan yang sedang kami incar adalah nasi jinggo. Dari hari pertama datang sampai saat ini belum kesampaian untuk mencicipi nasi jinggo. Jadi, malam terakhir di Bali kami harus mencoba si nasi jinggo. Meskipun perut masih agak kenyang karena makan tadi sore, kami tetap semangat untuk makan nasi jinggo, he-he-he....

Sebetulnya, saya belum pernah makan nasi jinggo, makanya saya begitu penasaran kenapa nasi ini begitu terkenal. Ditemani oleh sahabat kami, Mbak Putu Purnie, kami langsung meluncur ke Jalan Thamrin di Denpasar. Tempat makannya sangat remang-remang, ha-ha-ha..., di luar ekspektasi saya. Meskipun makannya dengan duduk lesehan, itu tidak masalah. Di depannya ada sebuah meja panjang, kemudian ada 3 keranjang yang berisi nasi jinggo. Isinya ada yang pakai ayam suwir dan ada juga yang pakai daging. Kemudian ada juga keripik kulit ayam yang dijual terpisah.

Saya ambil nasi jinggo yang berisi ayam suwir. Begitu saya buka, isinya ternyata sedikit. Ya, wajar juga, sih, harganya juga hanya Rp 2.500 per bungkus. Selain nasi, ada suwiran ayam, orek tempe, dan sambal. Sedangkan yang satunya lagi berisi nasi, daging, mi, orek tempe, dan sambal. Kami aduk-aduk dulu dengan sambalnya, baru, deh, dimakan. Nyam-nyam-nyam, nikmat banget. Akan terasa lebih nikmat kalau Anda memakannya dalam kondisi lapar sekali. Mba Purnie yang sedang kelaparan pun sampai makan 3 bungkus nasi jinggo. O, iya, kulit ayam nya juga enak lho, renyah dan gurih sekali.

Di sini ramai sekali, lho, meskipun makannya dengan duduk lesehan dan lampu remang-remang. Dan, saya perhatikan orang-orang makan nasi jinggo ini lebih dari satu bungkus. Murah meriah dan enak, itulah nasi jinggo. Jadi kalau ke Bali, sempatin deh untuk mencicipi nasi jinggo sambil duduk-duduk lesehan dan mengobrol dengan teman-teman pasti tidak terasa Anda sudah menghabiskan lebih dari dua bungkus nasi jinggo.
- kompas/doyanmakan.